
BEKASI – Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kabupaten Bekasi menggelar seminar pendidikan bertajuk pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) guna meningkatkan kualitas pembelajaran. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Grand Zuri, Cikarang Utara, dan dihadiri oleh pimpinan yayasan, kepala sekolah, serta para guru, khususnya di bidang teknologi informasi.
Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Nurkholis, menekankan bahwa penggunaan AI dalam dunia pendidikan kini menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Ia menilai perkembangan teknologi informasi telah mengubah cara belajar dan mengajar di sekolah.
Menurutnya, dunia pendidikan harus mampu mengikuti perkembangan zaman. Terlebih, siswa saat ini sudah sangat akrab dengan teknologi digital dan memiliki jejak digital masing-masing, khususnya di jenjang SMP.
“Pendidikan harus adaptif dengan perkembangan zaman. Urgensi pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam pembelajaran memang sangat diperlukan, karena siswa kita saat ini, khususnya di jenjang SMP, sudah memiliki jejak digital masing-masing,” ujar Nurkholis.
Nurkholis menjelaskan, sebagian besar siswa kelas VIII dan IX telah memiliki perangkat pribadi. Tanpa arahan yang tepat, penggunaan gawai tersebut berpotensi disalahgunakan untuk aktivitas yang kurang produktif, seperti bermain gim atau sekadar berselancar di media sosial.
Ia menegaskan, pemanfaatan AI seharusnya dapat diarahkan pada kegiatan yang lebih bermanfaat, seperti pembuatan desain grafis, pengolahan konten edukatif, serta mendukung proses pembelajaran di kelas.
Melalui seminar ini, pihaknya berharap para guru semakin termotivasi untuk membimbing siswa dalam menggunakan teknologi secara bijak dan produktif.
Selain itu, Nurkholis juga menyoroti pentingnya literasi digital dalam pemanfaatan AI. Ia menegaskan bahwa AI seharusnya digunakan sebagai alat bantu, bukan pengganti kemampuan berpikir siswa. Peserta didik tetap perlu membaca, memahami materi, serta mengembangkan ide secara mandiri dengan pendampingan guru.
Ia juga mengakui masih adanya tantangan dalam pemerataan sumber daya manusia yang menguasai teknologi, terutama di daerah dengan keterbatasan akses. Untuk itu, Dinas Pendidikan mendorong penguatan komunitas belajar guru sebagai sarana berbagi pengetahuan, termasuk terkait pemanfaatan AI.
Di sisi lain, Ketua BMPS Kabupaten Bekasi, KH Ahmad Syauqi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BMPS dalam meningkatkan mutu pendidikan, khususnya di sekolah swasta.
Ia menjelaskan, seminar ini terselenggara melalui kerja sama dengan Diginusa sebagai upaya mendorong pemanfaatan AI dalam proses pembelajaran.
Menurutnya, perkembangan AI dan pembelajaran koding tidak bisa dihindari. Bahkan, teknologi tersebut sudah lebih dulu hadir di lingkungan rumah melalui penggunaan gawai oleh anak-anak.
KH Ahmad Syauqi menekankan pentingnya penggunaan AI yang berlandaskan etika dan nilai positif. Ia mengingatkan bahwa teknologi dapat memberikan manfaat besar jika digunakan dengan benar, namun juga berisiko jika disalahgunakan.
Ke depan, BMPS berencana memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak guna menghadirkan pelatihan lanjutan bagi guru dan siswa. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Bekasi sekaligus menyelaraskan perkembangan teknologi dengan nilai-nilai pendidikan.

